Gaya Presentasimu Boring? Ikutin Tips dan Prinsip Ini Biar Nggak Boring!

Share This Page

Presentasi adalah sebuah kegiatan berbicara di depan publik yang cukup umum dilakukan. Bahkan saya yakin sejak di sekolah kita sudah diajarkan untuk terbiasa membawa presentasi. Presentasi butuh proses yang terus berkembang supaya bisa dibawakan dengan baik, tidak membosankan, maupun tidak terlalu lama. Nah, di postingan kali ini, izinkan saya berbagi tips dan prinsip untuk memperlengkapi kita.

 

1. Pede

Paling penting nih.. Audience umumnya bisa menilai pembawa presentasi apakah sedang dalam keadaan siap atau tidak. Karena itu, yang penting tampil pede aja dulu, nggak usah grogi terlalu berlebihan. Justru kalau kebanyakan grogi itu malahan yang membuat otak kita jadi suka tiba-tiba ngeblank sendiri.

 

2. Tampilkan poin-poinnya, jelaskan secukupnya

Umumnya orang membawakan presentasi dengan slide pakai aplikasi Ms Power Point. Nah, namanya aja power POINT,, jadi cara membawakannya adalah dengan menampilkan poin-poinnya saja di slide, dan jelaskan secukupnya sesuai poin-poin yang ada di slide.

Kesalahan umum saat orang berpresentasi adalah teks slide yang terlalu panjang, sehingga Audience jadi malas baca. Karena itu coba dibiasakan tuliskan poin-poinnya saja di slide, atau gambar yang mewakili suatu penjelasan, setelah itu baru kita jabarkan per poinnya. 

Teks Presentasi Kepanjangan

Yang mana yang lebih enak dilihat? Yang sebelah kanan kan? 

 

3. Ingat, audience itu bisa baca.

Ini masuk ke salah satu prinsip yang sangat penting nih.. Maksudnya adalah, kita nggak perlu membacakan ulang apa yang sudah ada di slide secara menyeluruh, cukup jelaskan secukupnya saja. Misalkan, kita punya tabel data margin penjualan seperti ini. 

 

Contoh Tabel Power PointContoh Baca 1 : 
“Kita lihat di bulan Januari tahun 2015 terdapat penjualan sebesar sepuluh juta lima ratus ribu dua ratus tiga puluh empat rupiah, dan di bulan Januari tahun 2016 bulan Januari penjualannya adalah sebesar sebelas juta seratus tiga puluh empat ribu dua ratus empat puluh empat rupiah. Sehingga kita mendapati pertumbuhan sebesar sembilan koma dua belas persen, dan margin sebesar delapan belas koma lima puluh tujuh persen. Dan laba di bulan Januari ini adalah sebesar empat juta tiga ratus satu ribu dua ratus tujuh puluh satu rupiah, ..........” (ceritanya ini baru baca data di baris pertama lho. Sampai abisnya tulis aja sendiri)

Contoh Baca 2 :
"Berikut ini adalah tabel penjualan bulan Januari hingga Juni di tahun 2015 dan 2016. Dapat kita lihat grow / pertumbuhan terbesar ada di bulan Mei yaitu sebesar 25,87%. akan tetapi laba paling besar yang diterima ada di bulan Maret dengan nilai Rp 7.129.390. Sehingga dengan ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa ...... " (tinggal tambah penjelasan sedikit, selesai deh..)

 

Berdasarkan contoh diatas, menurut kalian yang mana yang menjelaskannya lebih boring? Tentunya contoh pertama yang panjangan banget itu kan? Seperti itulah, karena Audience itu bisa baca, artinya kita nggak perlu membaca data di tabel tersebut satu per satu seperti contoh 1, melainkan cukup jelaskan kesimpulan apa yang dapat diambil dari tabel tersebut.

Kesalahan umumnya kadang ada hubungannya dengan poin 2 tadi juga. Terkadang ada yang membawakan slide presentasi dengan teks yang sangat panjang, kemudian dibacakan ulang seolah-olah Audience nggak bisa baca sendiri. Ingat ya, ini prinsip penting biar presentasinya nggak boring dan kelamaan.. (sori jadi curcol)

 

4. Kurangi animasi nggak penting

Beberapa aplikasi presentasi seperti Power Point biasanya menyediakan pilihan fitur transisi / animasi yang sangat banyak dan unik. Mungkin karena kita pengen bikin presentasi yang keren, kita pakai semua jenis animasi di konten, dan bermacam-macam efek transisi di slide. Tapi percayalah, itu norak. banget.

Pertama, untuk efek transisi jangan gunakan yang durasinya terlalu lama, 1 detik sudah paling maksimal deh. Efek transisi di Power Point yang terbaru ada yang berkisar di 3 - 4 detik. Kalau itu digunakan, artinya ketika kita klik ke slide selanjutnya ada 3 - 4 detik yang terbuang percuma untuk menunggu efek transisinya selesai. Contoh efek transisi yang kelamaan seperti ini nih :

Contoh Efek Transisi Power Point

Kedua, untuk efek animasi usahakan jangan digunakan terlalu banyak sampai kita harus klik Next terus menerus. Paling tidak judul atau konten bagian pertama di slide tidak perlu diberi efek animasi klik. Kenapa? Supaya ketika kita mengklik Next dari slide sebelumnya kita nggak perlu klik Next 2x atau lebih lagi cuma untuk menampilkan judul dan konten-kontennya. Prinsipnya hemat klik aja deh..

 

5. Simple interface is better

Powerpoint biasanya dilengkapi dengan beberapa template jadi. Banyak yang bilang kalau template bawaan seperti itu terlalu membosankan, sehingga memilih membuat tampilan sendiri tanpa bantuan template. Sayangnya, ketika memilih buat sendiri, ujung-ujungnya slidenya jadi norak.

Template bawaan Power Point memang terasa membosankan mungkin karena sudah banyak yang menggunakan, tapi secara antar muka / interface / tampilan, template bawaan tersebut sudah cukup baik. Pun kita ingin membuat tampilan versi kita sendiri, ingat untuk tidak membuat terlalu ribet. Dalam presentasi, slide yang simpel akan jauh lebih baik daripada yang ribet-ribet norak.

Contoh Interface Power Point norak vs rapiBisa dibandingkan sendiri ya, mana slide yang lebih enak dilihat? :D

 

Sekian post saya tentang presentasi, semoga tips dan prinsip-prinsip ini boleh terus diingat ya, supaya kemampuan presentasi kita bisa terus berkembang lebih baik lagi..

 

Share This Page

Share Your Comment Here